11 Komponen Belanja BOS Sesuai Permendikbud No. 8 Tahun 2017 Tentang Juknis BOS

Ada yang berbeda pada juknis BOS tahun 2017 yang telah ditetapkan dengan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Juknis BOS 2017. Salah satu perbedaan adalah pada jenis pembelanjaan yang diperbolehkan menggunakan dana BOS. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya, dana BOS untuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan 8 standar dengan 13 komponen belanja, untuk tahun 2017 ini digunakan untuk 8 standar dengan 11 komponen pembelanjaan.

Berikut rician 11 komponen belanjar dana  BOS sesuai dengan permendikbud nomor 8 tahun 2017 tentang Juknis BOS.

1.    Pengembangan Perpustakaan

a.     Sekolah  wajib  membeli/menyediakan   buku  teks  pelajaran untuk peserta didik dan buku panduan guru sesuai dengan kurikulum   yang   digunakan   oleh   sekolah.      Buku   teks pelajaran   yang   dibeli   mencakup   pembelian   buku   teks pelajaran  baru,   mengganti  buku   yang  rusak,   dan/atau membeli kekurangan buku agar tercukupi rasio satu peserta didik  satu  buku  untuk  tiap  mata  pelajaran  atau  tema. Ketentuan pembelian/penyediaan buku dari BOS  sebagai berikut:

a)      Penyelenggara Kurikulum 2013 (K-13)

(1)    SD    yang  sudah   melaksanakan   K-13,  maka buku   yang  harus   dibeli  merupakan  buku untuk  setiap tema pada Kelas 1  dan  Kelas 4 semester II dan Kelas 2 dan Kelas 5 semester I.

(2)    SD  yang baru melaksanakan K-13, maka buku yang  harus   dibeli  merupakan   buku   untuk setiap tema pada Kelas 1  dan Kelas 4  semester I.

(3)    SD    pelaksana  K-13    sebagaimana   dimaksud pada angka (1) dan (2),   maka khusus Kelas 4 harus  membeli buku  untuk  mata  pelajaran Matematika,  dan   Pendidikan  Jasmani, Olahraga, dan  Kesehatan  (PJOK)  yang  telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(4)    Buku    teks    yang    harus     dibeli    sekolah merupakan  buku  teks  pelajaran  yang  telah dinilai dan telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi  (HET)   nya  oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(5)    Buku yang dibeli oleh sekolah harus  dijadikan pegangan oleh peserta  didik dan  guru  dalam proses pembelajaran di sekolah.   Buku ini digunakan  sebagai  buku  teks  pelajaran sepanjang   tidak   ada   perubahan   ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b)      Penyelenggara Kurikulum 2006

(1)    Buku teks pelajaran yang harus  dibeli sekolah merupakan buku untuk setiap mata pelajaran pada semua tingkat kelas.  Jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akibat  adanya  penambahan   jumlah  peserta didik dan/atau adanya buku lama yang rusak.

(2)    Buku   teks   pelajaran   yang   dibeli   sekolah merupakan  buku  teks  pelajaran  yang  telah dinilai dan telah ditetapkan HET  nya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(3)    Buku  yang  dibeli  harus   dijadikan  pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di  sekolah.   Buku ini digunakan sebagai buku  teks  pelajaran  sepanjang tidak ada   perubahan   ketentuan   buku   teks   dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2.    Penerimaan Peserta Didik Baru

a.    Semua jenis pengeluaran dalam rangka penerimaan peserta didik baru (termasuk pendaftaran ulang peserta didik lama), antara lain:

1)     penggandaan formulir pendaftaran;
2)     administrasi pendaftaran;
3)     publikasi (pembuatan spanduk, brosur, dan lainnya);
4)     biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
5)     konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi. b.    Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan.

3.    Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler

a.    Membeli/mengganti alat peraga IPA yang diperlukan sekolah untuk memenuhi SPM  pada SD.
b.    Mendukung   penyelenggaraan   pembelajaran   aktif    kreatif efektif dan menyenangkan pada SD.
c.    Mendukung penyelenggaraan pembelajaran kontekstual pada

4.    Kegiatan Evaluasi Pembelajaran

Kegiatan  evaluasi   pembelajaran   yang   dapat   dibiayai   meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,   ulangan   kenaikan   kelas,   dan/atau   ujian sekolah/nasional.      Komponen  pembiayaan   dari  kegiatan   yang dapat dibayarkan terdiri atas:

a.    fotokopi/penggandaan soal;
b.    fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala sekolah, serta dari kepala sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik;
c.    biaya  transport   pengawas  ujian  yang  ditugaskan   di   luar sekolah tempat mengajar, yang tidak dibiayai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah.

5.    Pengelolaan Sekolah

a.    Pembelian buku  tulis,  kapur  tulis,  pensil,  spidol,  kertas, bahan praktikum, buku induk peserta didik, dan/atau buku inventaris.
b.    Pembelian  alat  tulis  kantor  (termasuk   tinta   printer,  CD, dan/atau flash disk).
c.    Usaha    Kesehatan    Sekolah    (UKS),    termasuk   peralatan dan/atau obat-obatan.
d.    Pembelian   minuman   dan/atau    makanan   ringan   untuk kebutuhan  sehari-hari di  sekolah  bagi guru,  tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan/atau tamu.
e.    Pengadaan suku cadang alat kantor.
f.      Pembelian alat-alat kebersihan dan/atau alat listrik.
g.    Penggandaan    laporan    dan/atau    surat-menyurat   untuk keperluan sekolah.
h.    Insentif bagi tim penyusun laporan BOS.
i.     Biaya transportasi  dalam rangka  mengambil BOS   di  bank/ kantor pos.
j.     Transportasi  dalam  rangka  koordinasi  dan/atau  pelaporan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Khusus untuk SDLB/SMPLB/SLB  dalam  rangka  koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan provinsi.
k.    Biaya pertemuan dalam rangka penyusunan  RKJM  dan RKT, kecuali untuk pembayaran honor.
l.     Biaya untuk  mengembangkan dan/atau pemeliharaan laman sekolah dengan domain “sch.id”.
m.   Pendataan    melalui   aplikasi   Dapodik,   dengan   ketentuan sebagai berikut:

1)      Kegiatan   pendataan    Dapodik   yang   dapat    dibiayai meliputi:

a)      pemasukan data;
b)      validasi;
c)      updating; dan/atau
d)      sinkronisasi data ke  dalam aplikasi Dapodik, yang meliputi:

(1)    data  profil sekolah;
(2)    data peserta didik;
(3)    data sarana dan prasarana; dan
(4)    data guru dan tenaga kependidikan.

2)      Komponen   pembiayaan   kegiatan   pendataan  Dapodik meliputi:

a)      penggandaan formulir Dapodik;
b)      alat   dan/atau    bahan   habis   pakai   pendukung kegiatan;
c)      konsumsi      dan/atau        transportasi      kegiatan pemasukan   data,   validasi,  updating,   dan sinkronisasi;
d)      sewa internet  (warnet)  dan/atau  biaya transportasi menuju     warnet,     apabila     tahapan     kegiatan pendataan tidak dapat dilakukan di  sekolah karena permasalahan jaringan internet;
e)   honor petugas pendataan Dapodik.   Kebijakan pembayaran honor untuk petugas pendataan di sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut:

(1)    kegiatan pendataan Dapodik diupayakan untuk dikerjakan    oleh   tenaga   administrasi berkompeten yang sudah  tersedia  di  sekolah, baik  yang merupakan  pegawai tetap  maupun tenaga  honorer,  sehingga sekolah  tidak  perlu menganggarkan biaya tambahan untuk pembayaran honor bulanan;
(2)    apabila tidak tersedia tenaga administrasi yang berkompeten,  sekolah  dapat  menugaskan petugas pendataan lepas (outsourcing) yang dibayar sesuai  dengan  waktu  pekerjaan  atau per kegiatan (tidak  dibayarkan  dalam bentuk honor rutin bulanan).

n.  Pembelian   peralatan/perlengkapan    yang   menunjang operasional rutin  di  sekolah, antara  lain bel, sound system dan speaker untuk upacara, teralis jendela, dan/atau perlengkapan sejenis lainnya.

o.     Khusus  untuk  sekolah yang berada  pada  daerah  terpencil atau  belum  memiliki jaringan  listrik,  dapat  membeli/sewa genset  atau  jenis  lainnya  yang lebih cocok misalnya  panel surya, termasuk perlengkapan pendukungnya.

p.    Penanggulangan dampak darurat  bencana,  khusus  selama masa tanggap darurat, misalnya pembelian masker.

6.    Pengembangan  Profesi   Guru   dan   Tenaga  Kependidikan,   serta

Pengembangan Manajemen Sekolah
a.     Kegiatan  Kelompok Kerja  Guru  (KKG)/  Musyawarah  Guru Mata Pelajaran (MGMP)  atau  Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah   Kerja  Kepala   Sekolah   (MKKS).   Bagi sekolah  yang memperoleh hibah/block  grant pengembangan KKG/MGMP   atau  sejenisnya  pada  tahun   anggaran  yang sama, hanya diperbolehkan menggunakan BOS  untuk biaya transport  kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/block grant tersebut.

b.    Menghadiri    seminar     yang    terkait     langsung     dengan peningkatan  mutu  guru  dan  tenaga  kependidikan, apabila ditugaskan   oleh  sekolah.     Biaya  yang  dapat   dibayarkan meliputi     biaya     pendaftaran,      transportasi,     dan/atau akomodasi apabila seminar diadakan di luar sekolah.

c.     Mengadakan  workshop/lokakarya  untuk  peningkatan mutu, seperti dalam rangka pemantapan penerapan kurikulum/ silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan dan/atau penerapan program penilaian kepada peserta didik. Biaya  yang  dapat  dibayarkan  meliputi  fotokopi,   konsumsi guru peserta workshop/lokakarya yang diadakan di  sekolah, dan/atau    biaya   narasumber   dari   luar   sekolah   dengan mengikuti standar biaya umum daerah.

BOS  tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan yang sama yang telah dibiayai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah.

7.    Langganan Daya dan Jasa

a.    Biaya langganan listrik, air, dan/atau telepon.
b.    Pemasangan instalasi  baru  apabila sudah  ada  jaringan di sekitar sekolah dan/atau penambahan daya listrik.
c.    Biaya  langganan  internet   dengan  cara  pasca  bayar  atau prabayar,  baik dengan fixed modem maupun  mobile modem. Termasuk  pula untuk  pemasangan baru apabila sudah ada jaringan  di   sekitar  sekolah.    Khusus  penggunaan  internet dengan   mobile  modem,  batas   maksimal   pembelian paket/voucher sebesar Rp. 250.000/bulan.    Adapun biaya langganan  internet  melalui fixed modem disesuaikan  dengan kebutuhan sekolah.
8.    Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah
a.    Pengecatan, perbaikan atap bocor, dan/atau  perbaikan pintu dan/atau jendela.
b.    Perbaikan  mebeler,  termasuk   pembelian  mebeler  di   kelas untuk  peserta didik/guru  jika  mebeler  yang  ada  di   kelas sudah    tidak    berfungsi     dan/atau     jumlahnya    kurang mencukupi kebutuhan.
c.    Perbaikan    sanitasi    sekolah    (kamar     mandi    dan/atau jamban/WC) untuk menjamin kamar mandi dan/atau jamban/WC peserta didik berfungsi dengan baik.
d.    Perbaikan saluran pembuangan dan/atau saluran air hujan.
e.    Perbaikan   lantai   dan/atau    perawatan   fasilitas    sekolah lainnya.
9.    Pembayaran Honor

a.    Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM).
b.    Tenaga administrasi (tenaga yang melaksanakan administrasi sekolah  termasuk  melakukan  tugas  sebagai  petugas pendataan  Dapodik),   termasuk   tenaga  administrasi  BOS untuk SD.
c.     Pegawai perpustakaan.
d.    Penjaga sekolah.
e.     Petugas satpam.
f.     Petugas  kebersihan. Keterangan:
a.    Batas maksimum penggunaan BOS   untuk  membayar honor bulanan  guru/tenaga  kependidikan dan  non  kependidikan honorer  di   sekolah  yang  diselenggarakan  oleh  pemerintah daerah sebesar 15%   (lima belas persen) dari total BOS  yang diterima, sementara di  sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat maksimal 50%  (lima puluh persen) dari total BOS yang diterima;
b.    guru memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV;
c.    bukan  merupakan  guru  yang baru  direkrut  setelah proses pengalihan kewenangan; dan
d.    guru    honor   pada    sekolah   yang   diselenggarakan   oleh pemerintah  daerah  sebagaimana  dimaksud  dalam  huruf  a wajib mendapatkan  penugasan  dari pemerintah daerah  dan disetujui   oleh  Kementerian   Pendidikan  dan   Kebudayaan melalui Sekretaris Jenderal  berdasarkan  usulan  dari dinas pendidikan  provinsi dengan  menyertakan  daftar  data guru hasil  pengalihan  kewenangan  yang  meliputi  jumlah  guru, nama  guru  dan  mata  pelajaran yang diampu, dan  sekolah yang menjadi satuan administrasi pangkalnya.

10.  Pembelian/Perawatan Alat Multi Media Pembelajaran

a.     Membeli komputer desktop/work station berupa PC/All in One Computer  untuk   digunakan   dalam   proses   pembelajaran, dimana jumlah maksimal bagi SD  5 unit/tahun dan bagi SMP

5  unit/tahun.  Selain untuk  membeli, BOS   boleh digunakan untuk perbaikan dan/atau upgrade komputer desktop/work station milik sekolah.

b.    Membeli  printer   atau   printer   plus   scanner   maksimal  1 unit/tahun.    Selain untuk  membeli, BOS   boleh  digunakan untuk  perbaikan printer milik sekolah.

c.     Membeli  laptop   maksimal    1    unit/tahun    dengan   harga maksimal  Rp   10.000.000,-  (sepuluh  juta  rupiah).     Selain untuk membeli, BOS  boleh digunakan untuk perbaikan atau upgrade laptop milik sekolah.

d.    Membeli proyektor maksimal 5 unit/tahun  dengan harga tiap unit  maksimal  Rp   7.000.000,-  (tujuh  juta  rupiah).     Selain untuk   membeli, BOS    boleh  digunakan  untuk   perbaikan proyektor milik sekolah.

Keterangan:

a.    komputer desktop/workstation, printer/printer scanner, laptop dan/atau  proyektor  harus  dibeli di   penyedia  barang  yang memberikan garansi resmi;

b.    proses  pengadaan  barang  oleh  sekolah  harus   mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan;

c.    peralatan di atas harus dicatat sebagai inventaris sekolah.


11.  Biaya Lainnya

Apabila  seluruh komponen sebagaimana dimaksud pada angka 1-
10  telah terpenuhi pembiayaannya dan masih terdapat kelebihan BOS,  maka   BOS    dapat  digunakan  untuk  keperluan  lainnya, dimana  penggunaan  dana  ini  harus  diputuskan  melalui rapat bersama  dengan  dewan  guru  dan  Komite Sekolah.    Pembiayaan yang dapat dibiayai antara lain:

a.   peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat;
b.    membangun   jamban/WC    beserta   sanitasinya   dan/atau kantin sehat, bagi SD/SDLB yang belum memiliki prasarana tersebut;
c.    mesin ketik untuk kebutuhan kantor.

Download Juknis BOS Tahun 2017

Rincian 11 komponen belanja tersebut saya kutip dari Permendikbud Nomor 8 Tahun 2917 tentang Jukknis BOS 2017. Untuk itu bagi para sekolah penerima dana BOS sebaiknya silakan untuk mengunduh permendikbud tersebut agar bisa dipedomani. Bagi yang belum memiliki atau belum mendownload, silakan download di sini.
Comments
0 Comments

0 Response to "11 Komponen Belanja BOS Sesuai Permendikbud No. 8 Tahun 2017 Tentang Juknis BOS"

Poskan Komentar